Jawab Soal Latihan Menyimak Pembacaan Cerpen, Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka

By Nabil Adlani, Jumat, 3 Februari 2023 | 09:00 WIB
Cerita pendek terfokus pada satu permasalahan yang dialami tokoh utama. (unsplash/Nathan Aguirre)

Mardanu amat terkesan oleh kisah kepahlawanan itu.

Maka Mardanu kemudian mendaftarkan diri masuk tentara pada usia sembilan belas.

Ijazahnya hanya SMP, dan dia diterima sebagai prajurit tamtama.

Kegembiraannya meluap-luap ketika dia terpilih dan mendapat tugas sebagai penembak artileri pertahanan udara.

Dia berdebar-debar dan melelehkan air mata ketika untuk kali pertama dilatih menembakkan senjatanya.

Sepuluh peluru besar akan menghambur ke langit dalam waktu satu detik.

”Pesawat musuh pasti akan meledak kemudian rontok bila terkena tembakan senjata yang hebat ini,” selalu demikian yang dibayangkan Mardanu.

6. Di mana peristiwa penting dalam teks terjadi?

Jawaban: Peristiwa dalam teks terjadi di:

- Lingkungan rumah saat Mardanu menjadi pensiun.

- Tempat tugas saat Mardanu masih menjadi tentara.

Baca Juga: Jawab Soal Bahasa Indonesia Kelas XI Bab 5 Kurikulum Merdeka, Adegan 1

7. Apa Tema atau gagasan utama teks?

Jawaban: Tema atau gagasan utama dari teks tersebut adalah perasaan seorang pensiunan TNI yang merasa tidak pantas menerima pujian.

Isi teks: Bagi Mardanu, pujian hanya pantas diberikan kepada orang yang telah melakukan pekerjaan luar biasa dan berharga dalam kehidupan.

Mardanu merasa belum pernah melakukan pekerjaan seperti itu.

Dari sejak muda sampai menjadi kakek-kakek dia belum berbuat jasa apa pun.

Ini yang membuatnya menderita karena pujian itu seperti menyindir-nyindirnya.

8. Apa pandangan dunia pengarang dalam teks?

Jawaban: Setiap orang harus dapat bersikap arif dan bijaksana dalam menghadapi hidupnya.

Nah, itu tadi pembahasan soal Latihan menyimak pembacaan cerpen "Lelaki yang Menderita bila Dipuji" karya Ahmad Tohari.

---

Sumber: Buku Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut: Cakap Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA Kelas XI Karya Rahmad Purwahida dan Maman.