3. Terdapat banyak mata air makdani, yaitu mata air dengan mineral yang tinggi, terutama unsur mineral belerang, misalnya mata air Maribaya dan Ciater di Jawa Barat.
4. Adanya bahan-bahan ekshalasi atau gas gunung api, di mana bahan ekshalasi ini di antaranya fumarol, solfatar, dan mofet.
“Gejala gunung api tidak menunjukkan keaktifannya disebut sebagai gejala pascavulkanik.”
Persebaran Gunung Api di Indonesia
Indonesia merupakan wilayah yang mempertemukan beberapa lempeng litosfer, yaitu lempeng Eurasia di utara, Indo-Australia di selatan, serta Caroline dan Filipina di bagian timur.
Hal ini berpengaruh terhadap wilayah Indonesia yang merupakan wilayah paling aktif di muka bumi.
Adjarian, Indonesia sendiri memiliki 76 gunung api yang sudah pernah meletus dan paling sedikit telah meletus 1.171 dan membuat Indonesia sebagai wilayah rawan gempa setelah Jepang.
Ada beberapa gunung yang pernah menimbulkan erupsi di Indonesia, yaitu gunung Galunggung, Makian, Kelud, dan Loko Empung.
Baca Juga: Definisi Litosfer, Jenis Batu Litosfer dan Manfaat Litosfer di Bumi
Berikut ini beberap seberan gunung api di Indonesia, di antaranya:
1. Gunung Krakatau
Gunung krakatau berada di selat Sunda dan merupakan gunung api yang berada di dasar laut.
Gunung ini sendiri sudah pernah meletus pada tahun 1883, mengeluarkan lava, bahan-bahan piroklastik, dan membentuk kaldera dengan diameter 7 km.
Nah, dinding kaldera ini bisa terlihat di permukaan laut dan menjadi tiga buah pulau, yaitu pulau Rakata, Tunggal, dan Panjang.
“Letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 juga mengakitkan terjadinya gelombang tsunami.”
2. Gunung Merapi
Gunung Merapi berada di Jawa Tengah dan termasuk ke dalam tipe gunung yang meletus secara periodik.
3. Gunung Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu berada di Jawa Barat memiliki beberapa kawah sisa letusan, seperti kawah upas, kawah ratu, kawah domas, dan kawah pangguyangan badak.