Perkembangan Politik Indonesia pada Masa Demokrasi Liberal

By Nabil Adlani, Kamis, 23 September 2021 | 11:40 WIB
Indonesia mengalami beberapa perkembangan politik salah satunya di masa demokrasi liberal. (unsplash)

adjar.id – Masa demokrasi liberal menjadi salah satu perkembangan politik Indonesia zaman dahulu.

Demokrasi liberal ini sendiri terjadi pada tahun 1949 sampai 1959 yang dipimpin oleh Soekarno sebagai presiden Indonesia saat itu.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai perkembangan politik Indonesia yang terjadi pada masa demokrasi liberal yang menjadi materi sejarah kelas 12 SMA.

Baca Juga: Perkembangan Politik Republik Indonesia Serikat pada Masa Kemerdekaan

Indonesia sendiri sampai tahun 1950an sudah menjalankan dua sistem pemerintahan, yaitu sistem parlementer dan presidensial.

Pergantian sistem pemerintahan demokrasi ke liberal di mulai pada November 1945 dengan ditunjuknya Syahrir sebagai perdana menteri Indonesia saat itu.

Nah, Pada masa demokrasi liberal pelaksanaan sistem parlementernya dilandasi oleh UUD Sementara 1950 atau dikenal dengan Konstitusi Liberal.

Yuk, kita simak penjelan mengenai perkembangan politik yang terjadi di Indonesia pada masa demokrasi liberal berikut ini!

“Masa demokrasi liberal dimulai pada tahun 1949 dan berakhir pada 1959 saat pimpinan dipegang oleh Presiden Soekarno.”

 

Sistem Pemerintahan

Demokrasi liberal merupakan sistem pemerintahan di mana kabinet disusun menurut perimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen.

Ciri yang terlihat pada masa demokrasi liberal di Indonesia yaitu sering terjadinya pergantian kabinet.

Seringnya pergantian kabinet ini disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan partai-partai yang ada.

Baca Juga: Jawab Soal Sejarah Kelas 12 SMA, Penyebab Jatuhnya Kabinet Sukiman

Nah, perbedaan di antara partai-partai ini tidak bisa diselesaikan dengan baik sehingga pada masa ini terjadi tujuh kali pergantian kabinet dalam kurun 9 tahun.

Kabinet-kabinet yang terbentuk umumnya memiliki program dan tujuan yang sama, yaitu tentang keamanan, kemakmuran, dan Irian Barat.

Akan tetapi, yang membedakan tiap kabinet yaitu penekanan terhadap fokus utama kabinet, seperti saat Masyumi meminta kabinet lebih menekankan pada penyempurnaan pimpinan TNI.

O iya, pada tahun 1955 saat masa demokrasi liberal ini terjadi pemilihan umum pertama di Indonesia.

“Sistem pemerintahan pada masa demokrasi liberal ini diisi oleh kabinet yang berdasarkan kekuatan partai.”

 

Sistem Kepartaian

Partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang di mana para anggotanya memiliki orientasi, cita-cita, dan nilai-nilai yang sama.

Nah, tujuan dari dibentuknya partai-partai politik ini yaitu untuk memperolerh, mempertahankan, dan merebut kekuasaan secara konstitusional.

Setelah prokmasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia memerlukan adanya parlemen yang berfungsi sebagai perwakilan rakyat yang sesuai dengan UUD 1945.

Parlemen yang dimaksud di sini yaitu, MPR dan DPR serta partai politik, maka pada 23 Agustus 1945 Soekarno mengumumkan berdirinya Partai Nasional Indonesia.

Baca Juga: Perjuangan-Perjuangan Diplomasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Berdiri Pantai Nasional Indonesia atau PNI ini awalnya diinginkan Soekarno sebagai pantai tunggal di Indonesia, akan tetapi bermunculan gagasan mengenai pembentukan pantai baru.

Pada 3 November 1945 pemerintah Indonesia mengeluarkan maklumat yang menjadi gagasan awal terbentuknya partai-partai politik di Indonesia.

Pada tahun 1945 pasca proklamasi kemerdekaan, berdiri 10 partai di Indonesia, yang di antaranya Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Pantai Nasional Indonesia (PNI), dan Pantai Sosialis Indonesia (PSI).

O iya, pada masa demokrasi liberal ini, sistem kepartaian yang di anut adalah sistem multi partai.

“Pembentukan partai politik bertujuan untuk mengukur kekuatan perjuangan Indonesa.”

 

Pemilihan Umum 1955

Adjarian, seperti yang sudah dijelaskan sebelum, pada masa demokrasi liberal ini terjadi pemilihan umum pertama pada tahun 1955.

Pelaksanaan pemilihan umum 1955 bertujuan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di parlemen dan dewan konstituante.

Pemilihan umum 1955 ini diikuti oleh partai-partai politik dan juga kelompok perorangan.

Pelaksanaan pemilihan umum pertama ini dibagi ke dalam 16 daerah pemilihan yang terdiri dari 208 kabupaten, 2139 kecamatan, dan 42.429 desa.

Baca Juga: Mengenal Sejarah sebagai Peristiwa, Materi Sejarah Kelas 10 SMA

O iya, pemilihan umum 1955 ini dilaksanakan dalam 2 tahap, di mana tahap pertama untuk memilih anggota parlemen pada 29 September 1955.

Sementara itu, tahap kedua berlangsung pada 15 Desember 1955 untuk memilih anggota dewan konstituante.

Pemilihan umum 1955 ini menjadi tonggak demokrasi pertama yang terjadi di negara Indonesia, dan adanya pemilihan umum menjadi tanda telah berjalannya demokrasi di masyarakat.

Nah, Adjarian itu tadi beberapa perkembangan politik Indonesia pada masa demokrasi liberal yang salah satunya menggelar pemilihan umum pertama tahun 1955.

Sekarang, yuk, coba jawab pertanyaan berikut ini!

 

Pertanyaan

Apa ciri yang terlihat pada masa demokrasi liberal?

Petunjuk: Cek halaman 2.