3 Jenis Tembung Sesulih Pandarbe atau Pronomina Posesif dalam Bahasa Jawa

By Mumtahanah Kurniawati, Rabu, 20 Desember 2023 | 10:30 WIB
Tembung sesulih purusa dibagi menjadi tiga jenis. (Freepik/storyset)

adjar.id - Bahasa Jawa merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini mencakup untuk komunikasi secara langsung ataupun dalam teks, seperti karya sastra.

Oleh sebab itu, dalam bahasa Jawa juga terdapat unsur-unsur bahasa, salah satunya tembung sesulih pandarbe atau pronomina posesif, yaitu kata ganti kepemilikan.

Tembung sesulih pandarbe yaiku tembung sesulih sing dinggo nyulihi kenduwekan. 

Artinya, tembung sesulih pandarbe adalah tembung sesulih yang dipakai untuk menggantikan kepemilikan.

Nah, tembung sesulih pandarbe dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tembung sesulih pandarbe purusa kapisan, pandarbe purusa kapindho, dan pandarbe purusa ikatelu.

Apa perbedaan ketiganya?

Yuk, kita pelajari bersama dengan menyimak pembahasan berikut!

Jenis Tembung Sesulih Pandarbe

1. Pandarbe Purusa Kapisan

Kata "kapisan" memiliki arti "pertama".

Jenis tembung sesulih pandarbe purusa kapisan merupakan kata ganti kepemilikan orang pertama.

Baca Juga: 3 Jenis Tembung Sesulih Purusa atau Kata Ganti Orang dalam Bahasa Jawa