Klasifikasi Jenis-Jenis Gempa yang Bisa Terjadi di Permukaan Bumi

By Nabil Adlani, Sabtu, 11 Desember 2021 | 10:00 WIB
Gempa bisa menyebabkan kerusukan bangunan dan korban jiwa. (unsplash/CarlCampbell)

adjar.id – Adjarian, ada berbagai klasifikasi jenis-jenis gempa yang bisa terjadi sebagai gejala alam.

Kali ini kita akan membahas mengenai klasifikasi dari jenis-jenis gempa yang menjadi materi geografi kelas 10 SMA.

Gempa dikenal sebagai getaran seismik dalam sebuah ilmu kebumian.

Gempa merupakan peristiwa bergetarnya lapisan litosfer dan permukaan bumi yang disebabkan karena hal-hal tertentu.

Baca Juga: Jenis-Jenis Kerusakan Lingkungan Akibat Peristiwa Alam

Getaran inilah yang bisa membuat bangunan yang ada di permukaan bumi rusak atau hancur jika skala gempa besar dan letak bangunan berada di pusat gempa.

O iya, kekuatan dari getaran gempa bisa diukur dengan alat yang disebut seismometer atau lebih dikenal dengan seismograf.

Sementara itu, kertas yang berisikan rekaman frekuensi dan intensitas gempa dinamakan seismogram.

Berikut ini klasifikasi jenis-jenis gempa.

 

“Cabang ilmu yang secara khusus mempelajari kegempaan disebut seismologi.”

 

Klasifikasi Jenis-Jenis Gempa

Berikut ini beberapa klasifikasi dari jenis-jenis gempa di permukaan bumi.

1. Berdasarkan Faktor Penyebabnya

Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

Gempa Tektonik

Gempa tektonik merupakan getaran gempa yang diakibatkan proses tektonik, baik lipatan maupun patahan muka bumi.

Hal ini menyebabkan adanya pergeseran lapisan-lapisan batuan sebagai pembentuk litosfer.

Nah, pusat dari gempa tektonik ini tersebar di sepanjang zona penyusupan atau subduksi lempeng samudra ke badah lempeng benua.

Baca Juga: Jenis-Jenis Bencana Alam

Gempa Vulkanik

Gempa vulkanik merupakan getaran gempa yang menyertai aktivitas gunung berapi, baik sebelum maupun saat terjadinya erupsi.

Hal ini terjadi karena di bawah lapisan kulit bumi terdapat lapisan mantel yang suhunya jauh lebih panas.

Pada lapisan mantel tersebut terjadi aktivitas magma yang bisa menerobos keluar permukan bumi dan kemudian menyebabkan getaran.

 

“Gempa bumi vulkanik biasanya dibarengi dengan munculnya gejala alam gunung meletus.”

 

Gempa Terban

Gempa terban atau gempa runtuhan merupakan gempa yang terjadi akibat runtuhnya massa batuan mengisi ruang yang kosong di dalam litosfer.

Gempa ini sering terjadi akbat runtuhnya gua-gua kapur atau terowongan pertambangan bawah tanah.

Baca Juga: Kenapa Indonesia Sering Mengalami Gempa Bumi?

2. Berdasarkan Kedalaman Hiposentrum

Berdasarkan kedalaman hiposentrum atau pusat gempa, gempa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Gempa Dalam

Gempa dalam merupakan gempa yang jarak hiposentrumnya berkitar antar 300 sampai 700 km dari permukaan bumi.

Gempa Pertengahan

Gempa pertengahan merupakan gempa yang terjadi jika jarak hiposentrumnya berkisar antara 100-300 km dari permukaan bumi.

Gempa Dangkal

Gempa dangkal merupakan gempa yang terjadi jika jarak hiposentrumnya kurang dari 100 km dari permukaan bumi.

Nah, dari hiposentrum atau pusat gempa inilah kemudian gelombang sismik dirambatkan ke permukaan bumi yang berupa gelombang primer dan sekunder.

Gelombang primer merupakan getaran yang kali pertama dirasakan di muka bumi oleh sismograf, sedangkan getaran yang dirasakan selanjutnya disebut gelombang sekunder.

 

“Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya, gempa terbagi menjadi gempa dalam, gempa pertengahan, dan gempa dangkal.”

 

3. Berdasarkan Letak Episentrumnya

Berdasarkan letak episentrum gempanya, gempa dibedakan menjadi gempa di darat dan gempa di laut.

Nah, gempa yang terjadi di laut ini bisa mengakibatkan gelompang pasang air laut yang bisa datang secara tiba-tiba.

Gelompang pasang inilah yang sering disebut dengan tsunami, di mana tsunami datang setelah terjadinya gempa di laut.

Tingginya gelombang laut saat terjadi tsunami ini bisa mencapai puluhan meter, sehingga gelombang pasang ini bisa menghancurkan segalanya hanya dalam waktu sesaat.

Baca Juga: Jawab Soal Sejarah Kelas 10 SMA, Jenis Bencana Alam yang Pernah Terjadi di Indonesia

O iya, biasanya sebelum terjadi gelompang pasang dan setelah gempa terjadi, air laut akan surut secara tiba-tiba.

Nah, setelah surut inilah kemudian terjadi gelombang pasang yang sangat cepat datangnya bahkan bisa merenggut korban jiwa.

Contoh peristiwa tsunami yang pernah terjadi di Indonesia yaitu tsunami di Aceh dan pulau Nias yang terjadi pada tahun 2004.

Nah, itu tadi Adjarian, klasifikas jenis-jenis gempa yang bisa terjadi di permukaan bumi.

Yuk, sekarang jawab pertanyaan berikut ini!

 

Pertanyaan

Apa perbedaan dari gempa tektonik dan gempa vulkanik?

Petunjuk: Cek halaman 2.

 

Tonton video ini juga, yuk!