Jenis-Jenis Puisi Baru dan Ciri-cirinya dalam Bahasa Indonesia

By Nabil Adlani, Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:20 WIB
Puisi baru adalah jenis puisi yang tidak terikat oleh aturan. (pixabay)

adjar.id – Adjarian, selain terdapat puisi lama, ada juga berbagai jenis-jenis puisi baru yang masuk ke dalam jenis puisi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Nah, dalam puisi ini terdapat dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru, di mana kali ini kita akan membahas mengenai puisi baru yang menjadi materi Bahasa Indonesia kelas 10 SMA.

Berbeda dengan puisi lama yang masih terikat dengan berbagai aturan, puisi baru ini bentuknya lebih bebas, baik dari suku kata, rima, maupun jumlah barisnya.

Baca Juga: Pengertian Puisi Lama dan Jenis-Jenis Puisi Lama, dan Pantun

Awalnya, puisi baru ini muncul pada 1933 saat mulai berkembangnya majalah Pujangga Baru yang terbit pada bulan Mei 1933.

Nah, penyair dari angkatan pujangga baru ini di antaranya adalah Sutan Takdir Alisjahbana, Arjmin Panr, dan Amir Hamzah.

O iya, puisi baru ini juga biasa disebut sebagai puisi modern yang tidak terikat dengan aturan-aturan.

Yuk, kita simak penjelasan mengenai jenis-jenis puisi baru dan ciri-ciri puisi baru berikut ini!

“Puisi baru memiliki bentuk yang sudah tidak terikat dengan aturan, tidak seperti puisi lama.”

 

Jenis-Jenis Puisi Baru

Berikut ini beberapa jenis puisi baru berdasarkan isinya, yaitu:

1. Balada

Balada merupakan puisi yang berisikan tentang kisah atau cerita tertentu.

Jenis puisi baru ini memiliki tiga bait, yang di mana masing-masing baik terdiri dari delapan baris.

Nah, rima yang digunakan dalam balada yaitu a-b-a-b-b-c-b-c.

Baca Juga: Musikalisasi Puisi: Pengertian, Jenis, dan Unsurnya

2. Hymne

Hymne merupakan puisi yang berisikan tentang puji-pujian terhadap Tuhan, Dewa, pahlawan, tanah air, ataupun almamater.

Pada saat ini, hymne mulai berkembang dan menjadi puisi yang dinyanyikan, di mana puisi ini berisikan pujian kepada sesuatu yang dihormati dengan bernafaskan ketuhanan.

3. Ode

Ode merupakan puisi yang berisikan sanjungan atau pujian, di mana kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang bernada anggun tetapi resmi.

Nah, nada dan gaya puisi ini sangat resmi dan membahas mengenai sesuatu yang mulia serta bersifat menyanjung, baik kepada diri sendiri maupun suatu peristiwa.

“Balada merupakan jenis puisi baru yang berisikan sebuah cerita atau kisah-kisah tertentu.”

 

4. Epigram

Epigram merupakan puisi yang berisikan tentang ajaran atau tuntunan dalam kehidupan.

Epigram ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu epigramma yang beberati didakti, nasihat, atau teladan.

5. Romansa

Romansa merupakan puisi yang berisikan tentang luapan perasaan cinta kasih, di mana romasa berasal dari kata romantique yang diambil dari bahasa Prancis.

Baca Juga: Mengenal Pengertian Puisi Rakyat dan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia

6. Elegi

Elegi merupakan jenis puisi yang berisikan tentang kesedihan, yang berkebalikan dengan romansa.

Puisi ini berisikan rasa duka, kesedihan, atau rindu karena kepergian seseorang atau rasa penyesalan.

7. Satire

Satire merupakan jenis puisi yang berisikan sindiran, biasanya untu penguasa atau seseorang yang memiliki jabatan.

Salah satu sastrawan yang terkenal dengan puisi satire ini yaitu W.S Rendra yang banyak membuat puisi satire untuk mengkritik pemerintah.

“Romasa merupakan jenis puisi baru yang berisikan kebahagiaan dan rasa cinta kasih.”

 

Ciri-Ciri Puisi Baru

Berikut ini beberapa ciri dari puisi baru, yaitu:

Baca Juga: Mengenal Puisi, Unsur Pembentuk Puisi, dan Struktur Batin Puisi

Adjarian, itulah tadi jenis-jenis puisi baru dan ciri-cirinya, di mana salah satu jenis puisi baru adalah balada, ya. 

Sekarang, yuk, kita coba jawab soal di bawah ini!

 

Pertanyaan

Apa yang membedakan jenis puisi baru romansa dengan elegi?

Petunjuk: Cek halaman 3.