Contoh Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap Pemerintah Hindia Belanda

Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:07
unsplash

Rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Belanda di Indonesia.

adjar.id – Penjajahan yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda di Indonesia memimbulkan beberapa perlawanan rakyat Indonesia.

Perlawanan yang dilakukan terhadap pemerintah Hindia Belanda terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai beberapa contoh perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia terhadap pemerintahan Hindia Belanda.

O iya, pembahasan tentang perlawanan rakyat Indonesia ini merupakan bagian dari materi IPS kelas 8 SMP.

Baca Juga: Jawab Soal Latar Belakang Bangsa-Bangsa Barat Datang ke Indonesia

Puncak perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia berlangsung pada abad ke-19, di mana hampir seluruh daerah di Indonesia menentang pemerintah Hindia Belanda.

Adanya perlawanan yang dilakukan ini, Adjarian, membuat Belanda mengalami krisis keuangan dikarena diperlukan uang yang sangat banyak untuk biaya perang.

O iya, saat ini kita juga bisa menelusuri jejek-jejak perlawanan tersebut, lo, dari beberapa peninggalan sejarah di museum.

Nah, kita simak apa saja perlawanan yang diberikan rakyat Indonesia terhadap pemerintah Hindia Belanda berikut ini, yuk!

“Beberapa museum didirikan untuk mengenang perlawanan yang pernah dilakukan rakyat Indonesia sekaligus menjadi media pembelajaran bagi masyarakat.”

1. Perang Saparua di Ambon

Perang Saparua merupakan bentuk perlawanan rayat Ambon terhadap pemerintahan Hindia Belanda di Ambon saat itu.

Rakyat ambon dipimpin oleh Thomas Matulesi atau yang kita kenal dengan nama Pattimura.

O iya, selain itu juga ada pahlawan wanita Indonesia yang juga ikut berperang bersama Pattimura yaitu Cristina Martha Tiahahu.

Akan tetapi, perlawanan Pattimura bisa diatasi oleh Hindia Belanda dengan datangnya pasukan pembantu dari Jakarta.

Baca Juga: Sejarah Sistem Tanam Paksa pada Era Belanda di Indonesia

2. Perang Paderi di Sumatra Barat

Perang Paderi merupakan perlawanan yang sangat menyita biaya dan tenaga yang sangat besar bagi rakyat Sumatra Barat dan juga Belanda.

Saat itu, rakyat Sumatra Barat merupakan persatuan antara kaum paderi atau ulama dengan kaum adat ditambah lagi datangnya bantuan dari Aceh yang membuat Belanda kesulitan.

Nah, Belanda kemudian menerapkan sistem pertahanan benteng stelsel.

Halaman Selanjutnya

Belanda menjadikan benteng Fort de Kock di…
Tag

Baca Lainnya