Pranatacara atau Pembawa Acara Bahasa Jawa: Pengertian dan Struktur

By Jestica Anna, Senin, 4 Juli 2022 | 15:20 WIB
Dalam bahasa Indonesia, pranatacara disebut dengan pembawa acara. (Pexels)

adjar.id - Adjarian tahu pengetian dan struktur pranatacara?

Dalam bahasa Indonesia, pranatacara disebut sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC).

Sama seperti MC di dalam bahasa Indonesia, pranatacara juga memiliki struktur dalam penyampaiannya.

Nah, sebelum itu, kita pelajari pengertian pranatacara terlebih dahulu, yuk!

Dalam bahasa Jawa, pranatacara yaiku paraga utawa wong kang nduweni jejibahan nata lan nglantarake acara utawa adicara.

Artinya, pranatacara atau pembawa acara adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan atau memandu suatu acara.

Seorang prantacara memiliki kewajiban memandu jalannya sebuah acara yang sudah direncanakan sebelumnya.

Supaya berjalan dengan baik, kita dapat menyusun penyampaian pranatacara dengan sebuah struktur.

"Dalam bahasa Indonesia, pranatacara disebut dengan pembawa acara atau MC."

Baca Juga: Contoh Teks Pembawa Acara atau MC Seminar Pendidikan

Struktur Pranatacara

Struktur pranatacara terdiri atas lima bagian, yaitu salam pembuka, purwaka, isi, wasana, dan salam penutup.

1. Salam pembuka

Sesuai dengan namanya, salam pembuka berisi salam yang disampaikan kepada para hadirin untuk membuka jalannya acara, Adjarian.

Kita bisa menggunakan berbagai salam dari tradisi sejumlah agama yang ada di Indonesia, seperti "Assalamualaikum" atau "Om Swastyastu".

Bisa juga ucapan sapaan selamat, sesuai dengan waktu acara.

Baca Juga: Tembung Rangkep: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh-contohnya

  

2. Purwaka

Purwaka yaiku atur pangandikan minangka pambuka. Artinya, pembukaan yang disampaikan kepada hadirin.

Di bagian ini, kita dapat menyampaikan beberapa hal, di antaranya adalah:

"Pranatacara terdiri atas lima bagian struktur, yaitu salam pembuka, purwaka, isi, wasana, dan salam penutup."

3. Isi

Baca Juga: Geguritan: Pengertian, Unsur, dan Ciri-Cirinya

Isi ing pranatacara yaiku pangandikan sing kagalong wigati tumrappanata adicara kayata ngaturake saben-saben adicara. Anggone ngaturake adicara kudu cetha lan jelas.

Intinya, bagian isi berisi penyampaian inti acara, setiap bagian harus disampaikan secara detail dan jelas.

4. Wasana 

Wasana yaiku atur kang minangka panutup yang artinya penguraian yang berfungsi sebagai penutup. Pada bagian ini, terdapat beberapa hal yang perlu disampaikan:

5. Salam penutup

Sama seperti salam pembuka tadi, kita bisa menyampaikan salam menggunakan tradisi sejumlah agama dan salam sesuai dengan waktu.

"Penyampaian isi pranatacara harus jelas dan disampaikan secara detail."

Baca Juga: Cerita Cekak (Cerkak): Pengertian, Struktur, dan Unsur Intrinsik

Nah, Adjarian, itulah pengertian dan struktur pranatacara dalam bahasa Jawa.

Coba Jawab!
Apa saja yang perlu disampaikan dalam bagian purwaka?
Petunjuk: Cek halaman 3.