Memahami Makna Gugur Gunung, Tradisi Gotong Royong yang Hampir Hilang

By Jestica Anna, Kamis, 2 Juni 2022 | 15:00 WIB
Gugur gunung merupakan tradisi gotong royong untuk mencapai tujuan bersama. (Pixabay)

adjar.id – Pernahkah Adjarian mendengar istilah gugur gunung?

Jika dilihat sekilas, istilah “gugur gunung” terdengar seperti frasa bahasa Jawa.

Yap! Frasa “gugur gunung” memang berasal dari bahasa Jawa yang banyak diartikan sebagai kerja bakti.

Kegiatan kerja bakti sudah menjadi tradisi khas dan turun menurun bagi masyarakat kita.

Selain bergotong royong, gugur gunung juga mendorong tindakan kebersamaan dan kesetiakawanan sosial, lo.

Nah, tindakan inilah yang nantinya dapat mengembangkan kedekatan sosial.

Kegiatan gugur gunung ini biasanya banyak dilaksanakan oleh masyarakat desa atau kampung.

Tujuannya tidak lain adalah untuk membenahi fasilitas yang digunakan untuk bersama-sama.

Namun, akhir-akhir ini kegiatan gugur gunung sudah meluntur, kebanyakan orang hanya memikirkan fasilitas atau benda pribadinya.

Coba kita simak selengkapnya tentang makna gugur gunung, yuk!

Baca Juga: 5 Tradisi Lebaran Masa Kecil Generasi 90-an yang Bikin Kangen

Makna Gugur Gunung

Dalam bahasa Jawa, gugur gunung tegese yaiku wujud kerja sama sing ditindaake dening masyarakat ing upaya supaya bisa nggayuh tujuan sing umum.

Artinya, gugur gunung adalah wujud kerja sama yang dilakukan masyarakat dalam upaya untuk mencapai tujuan yang umum.

Secara umum, gugur gunung dapat diartikan sebagai kerja bakti dengan tujuan bermasyarakat dan membantu sesama manusia sebagai makhluk sosial, Adjarian.

Seperti yang sudah sempat kita singgung sebelumnya, istilah “gugur gunung” ini diadopasi dari bahasa Jawa yang merupakan konsep sosial warisan leluhur di Nusantara.

O iya, dalam pelaksanaannya, masyarakat tidak mengenal upah atau pamrih, lo.

Tujuan utamanya adalah kebersamaan, saling membantu, bahu-membahu, dan mengedepankan sikap kekeluargaan.

Oleh karenanya, tradisi satu ini juga mengajarkan kita untuk memahami dan menerapkan makna ikhlas.

Di samping itu, tradisi ini juga mengajarkan masyarakat akan arti dan sikap rela berkorban untuk sesama.

Baca Juga: 5 Tradisi Unik Ciri Khas Budaya Betawi, Salah Satunya Ondel-Ondel

Kegiatan satu ini juga membuat kita lebih sadar akan kewajiban untuk bertanggung jawa pada lingkungan yang kita tinggali.

Saat ini gugur gunung sudah jarang dilakukan, Adjarian, terlebih di kota-kota besar.

Sebagian orang sibuk mengurus diri masing-masing, sehingga tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar.

Padahal, mempertahankan sebuah budaya dan tradisi itu penting untuk menurunkannya kepada generasi mendatang.

O iya, tradisi ini sangat populer dalam adat istiadat masyarakat Jawa sebagai konsep yang sangat mengagumkan.

Hal ini membuat seniman Jawa terinspiras menciptakan judul lagu Gugur Gunung atau menyelipkan istilah gugur gunung dalam karyanya.

Contoh kegiatan gugur gunung:

1. Kerja bakti membersihkan selokan

2. Kerja bakti membangun jembatan

Baca Juga: Jenis-Jenis Tari Kreasi di Indonesia

3. Mendirikan rumah ibadah

4. Saling membantu saat tetangga mempunyai acara penting

5. Memberikan bantuan saat tetangga membutuhkan.

Nah, itulah makna gugur gunung dan contoh-contoh, Adjarian. Yuk, mulai sekarang bangkitkan kembali semangat gotong royong!

Coba Jawab!
Apa tujuan utama dari adanya kegiatan gugur gunung?
Petunjuk: Cek halaman 2.

Simak video berikut, yuk!