adjar.id - Kerajaan Aceh merupakan kerajaan Islam di Pulau Sumatra.
Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada abad ke-15 di Kutaraja atau sekarang bernama Banda Aceh.
Letak kerajaan ini sangat strategis, Adjarian, yaitu dekat dengan jalur perdagangan internasional dan pelayaran.
Hal ini membuat Kerajaan Aceh mampu berkembang dengan cepat.
Puncak kejayaan dari Kerajaan Aceh terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, tepatnya pada tahun 1607-1636.
Pada masa tersebut, pengaruh kebudayaan dan agama Islam sangat besar pada kehidupan masyarakat Aceh.
Besarnya pengaruh tersebut membuat daerah ini mendapat julukan sebagai Seruramo Mekkah atau Serambi Mekkah.
Runtuhnya Kerajaan Aceh terjadi karena adanya perebutan kekuasaan di antara para pewaris takhta.
Setelah perang selama kurang lebih 40 tahun, akhirnya Kerajaan Aceh harus takluk dari Belanda.
Meski begitu, sampai saat ini masih ada beberapa peninggalan Kerajaan Aceh.
"Kerajaan Aceh berdiri pada abad ke-15 M dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda."
Baca Juga: 5 Peninggalan Kerajaan Bima, Salah Satunya Istana Asi Mbojo
Peninggalan Kerajaan Aceh
Peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam yang masih ada sampai saat ini, yaitu:1. Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu simbol agama, budaya, dan perjuangan dari rakyat Aceh.
Masjid ini sudah didirikan sejak masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda di tahun 1612.
Pada tahun 1873, masjid ini pernah dibakar saat Agresi Militer Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Van Swieten.
O iya, Masjid Baiturrahman juga pernah menjadi saksi sejarah dahsyatnya tsunami di Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004.