Operasi Hitung Bilangan Bulat untuk Perkalian dan Pembagian

Minggu, 09 Januari 2022 | 10:30
freepik

Perkalian dan pembagian bilangan bulat mempertimbangkan beberapa sifat dan aturan.

Contoh, 7 x (5 + 2) = 49, hasilnya tidak sama dengan (7 x 5) + (7 x 2) = 35 + 14 = 49.

4. Identitas

a x 1 = 1 x a = a

Contoh, 7 x 1 = 1 x 7 = 7

5. Tertutup

Apabila a dan b adalah bilangan bulat, maka a x b = c. Nah, c sudah pasti juga merupakan bilangan bulat, Adjarian.

O iya, selain berlaku sifat-sifat tersebut di dalam perkalian bilangan bulat juga berlaku hukum tanda seperti berikut:

Baca Juga: Aturan Dasar Pembulatan Pecahan Desimal

Misal, jika a = + dan b = +, maka a x b = +.

Misal, jika a = + dan b = -, maka a x b = -.

Misal, jika a = - dan b = +, maka a x b = -.

Misal, jika a = - dan b = -, maka a x b = +.

"Operasi hitung bilangan bulat untuk perkalian bersifat asosiatif, komutatif, dan distributif."

Baca Juga: Cara Mengubah Pecahan Menjadi Bilangan Desimal dan Contohnya

Pembagian Bilangan Bulat

1. Tidak Asosiatif

Berbeda dengan perkalian, pembagian bilangan bulat tidak bersifat asosiatif, Adjarian.

(a : b) : c ≠ a : (b : c)

Contoh (8 : 4) : 2 = (2) : 2 = 1

8 : (4 : 2) = 8 : (2) = 4

2. Tidak Komutatif

Pembagian bilangan bulat juga tidak bersifat komutatif.

Halaman Selanjutnya

a : b ≠ b : a
Tag