Contoh, 7 x (5 + 2) = 49, hasilnya tidak sama dengan (7 x 5) + (7 x 2) = 35 + 14 = 49.
4. Identitas
a x 1 = 1 x a = a
Contoh, 7 x 1 = 1 x 7 = 7
5. Tertutup
Apabila a dan b adalah bilangan bulat, maka a x b = c. Nah, c sudah pasti juga merupakan bilangan bulat, Adjarian.
O iya, selain berlaku sifat-sifat tersebut di dalam perkalian bilangan bulat juga berlaku hukum tanda seperti berikut:
Baca Juga: Aturan Dasar Pembulatan Pecahan Desimal
- Bilangan bulat positif dikali bilangan bulat positif, hasilnya adalah bilangan bulat positif.
- Bilangan bulat positif dikali bilangan bulat negatif, hasilnya bilangan bulat negatif.
- Bilangan bulat negatif dikali bilangan bulat positif, hasilnya adalah bilangan bulat negatif.
- Bilangan bulat negatif dikali bilangan bulat negatif, hasilnya bilangan bulat positif.
"Operasi hitung bilangan bulat untuk perkalian bersifat asosiatif, komutatif, dan distributif."
Baca Juga: Cara Mengubah Pecahan Menjadi Bilangan Desimal dan Contohnya
Pembagian Bilangan Bulat
1. Tidak Asosiatif
Berbeda dengan perkalian, pembagian bilangan bulat tidak bersifat asosiatif, Adjarian.
(a : b) : c ≠ a : (b : c)
Contoh (8 : 4) : 2 = (2) : 2 = 1
8 : (4 : 2) = 8 : (2) = 4
2. Tidak Komutatif
Pembagian bilangan bulat juga tidak bersifat komutatif.